Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Nama :
Lailatul Fitriah
NIM / Kelas :
932500315 / B
Fakultas/ Jurusan : FTIK/ Pendidikan Bahasa Arab
Institut Agama Islam Negeri Kediri (IAIN Kediri)
Institut Agama Islam Negeri Kediri (IAIN Kediri)
Artikel ini diunggah untuk memenuhi
salah satu tugas UAS mata kuliah “E-Learning”.
Langkah-Langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran Bahasa Arab
Penyusunan
Rencana Pembelajaran atau biasa disingkat dengan RPP merupakan unsur penting
dalam sebuah kurikulum. RPP sangat dibutuhkan oleh setiap pendidik demi untuk
mensukseskan proses pembelajaran. Dengan RPP, maka seorang pengajar akan lebih
mudah dalam menjalankan kegiatan belajar bersama peserta didik, sebab dalam RPP
telah disusun dengan sistematis mengenai apa saja yang dibutuhkan, diajarkan
dan yang harus dilakukan saat proses pembelajaran. Oleh sebab itu, RPP bisa membantu
seorang pendidik untuk mengatur proses pembelajaran secara sistematis, efektif
dan efisien.
Namun
dalam proses penyusunan RPP, seorang guru wajib memperhatikan beberapa unsur
agar proses pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan tujuan awal. Beberapa unsur
yang harus diperhatikan dalam proses penyusunan RPP, dalam hal ini RPP mata
pelajaran Bahasa Arab Kurikulum 2013, yaitu: (1) penyusunan RPP harus mengacu
kepada kompetensi dan kemampuan dasar siswa, materi dan sub materi pembelajaran
serta pengalaman belajar yang telah dikembangkan oleh Silabus, (2) RPP juga
harus menggunakan beberapa pendekatan yang sekiranya seuai dnegan materi yang
akan diajarkan, (3) RPP lebih baik menggunakan metode dan media yang sesuai
dengan mendekatkan sisiwa pada pengalaman langsung, (4) sistem penilaian
dikembangkan selaras dengan pengembangan Silabus. Dengan memperhatikan
unsur-unsur tersebut, diharapkan seorang pendidik dapat dapat menyusun RPP
dengan baik dan secara sistematis.
Selain
unsur-unsur diatas, maka dalam proses penyusunan RPP seorang pendidik juga
perlu memperhatikan beberapa komponen yang terdapat dalam lampiran Permendikbud
No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam
hal ini, penulis akan menguraikan komponen-komponen yang harus ada dalam RPP
Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Arab mengacu kepada komponen yang terdapat
pada Permendikbud No. 22 Tahun 2016. Dengan demikian komponen-komponen RPP
Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Arab yaitu:
1. Identitas
sekolah
2.
Identitas mata pelajaran bahasa Arab
atau tema dan subtema
3.
Kelas/ semeseter.
4.
Materi pokok pembelajaran bahasa Arab.
5.
Alokasi waktu pembelajaran bahasa Arab.
6.
Tujuan pembelajaran bahasa Arab.
7.
Kompetensi dasar dan indikator
pencapaian kompetensi mata pelajaran bahasa Arab.
8.
Materi pembelajaran bahasa Arab.
9.
Metode pembelajaran bahasa Arab.
10.
Media pembelajaran bahasa Arab.
11.
Sumber belajar bahasa Arab.
12.
Langkah-langkah pembelajaran bahasa
Arab.
13. Penilaian
hasil pembelajaran bahasa Arab.
Setelah
mengetahui unsur-unsur dan komponen penyusunan RPP bahasa Arab, maka langkah
selanjutnya adalah menyusun RPP bahasa Arab sesuai dengan komponen dan unsur
yang ada. Dalam menyusun RPP bahasa Arab, setidaknya ada 4 hal yang perlu
dijadikan acuan oleh para pendidik, yaitu: (1) Silabus mata pelajaran bahasa
Arab, (2) buku guru mata pelajaran bahasa Arab, (3) buku siswa mata pelajaran
bahasa Arab, (4) Permendikbud (65, 66, 67, 68, 69, 70, 81A Tahun 2013). Seperti
angkah-langkah yang terdapat pada kajian teori di atas, maka para pendidik mata
pelajaran bahasa Arab menyusun RPP mata pelajaran mereka sedemikian rupa, hanya
saja semua langkah difokuskan hanya kepada mata pelajaran bahasa Arab, seperti
KD yang mengacu pada KD mata pelajaran bahasa Arab, tujuan pembelajaran yang
diselaraskan dengan tujuan pembelajaran bahasa Arab. Hal demikian juga berlaku
kepada penyusunan RPP pada poin materi, sumber belajar, metode dan media
pembelajaran yang disusun sesuai dengan mata pelajaran yang diampu yaitu bahasa
Arab. Termasuk pula langkah-langkah pembelajaran dan teknik penilaian mata
pelajarannya, juga disesuaikan dengan mata pelajaran bahasa Arab.
Selanjutnya
kita akan membahas mengenai perubahan RPP yang terus terjadi layaknya perubahan
kurikulum. Banyak terjadi perubahan dalam RPP sehingga para guru dan dosen saat
ini juga masih dalam keadaan bingung menyusun RPP, termasuk RPP mata pelajaran
bahasa Arab. Seperti yang sudah disebutkan dalam pembahasan bahwasannya
sebenarnya penyusunan RPP masing-masing mata pelajaran sama saja, hanya saja
terdapat perbedaan pada formatnya. Format RPP K-13 sebelum dan sesudah direvisi
banyak memiliki perbedaan. Setidaknya ada 2 poin penting yang membedakan antara
RPP K-13 sebelum dan ssudah direvisi, yaitu:
1. Penilaian
KI 1 dan KI 2 yang terdapat pada RPP sebelum revisi berubah menjadi tidak ada
pada semua mata pelajaran setelah direvisi, kecuali penilaian pada mata
pelajaran pendidikan agama dan PPKN. Jadi, penilaian 4 kompetensi pada RPP
sebelum revisi ditiadakan pada RPP setelah direvisi, kecuaki pada mata
pelajaran keagamaan dan PPKN, kedua mata pelajaran ini pada RPP setelah
direvisi masih mencantumkan 4 kompetensi, sama seperti sebelum direvisi.
2.
Pada RPP revisi juga memuat empat macam
hal yang tidak ada di dalam RPP sebelumnya, sehingga perlu kreatifitas guru
dalam meramunya. Empat hal tersebut yaitu:
a. PPK
atau Apersepsi
Yang diperkuat dalam PPK (Penguatan
Pendidikan Karakter) ada 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri,
gotong royong, dan integritas.
b. Literasi
Literasi lebih dari sekadar membaca
dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber
pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan audiotori. Di dalam RPP
revisi pasti ada kegiatan Literasi.
c. 4C
atau Kecakapan Abad 21
4C atau kecakapan abad 21 ini
menvakup 4 hal penting, yakni: berpikir kritis, kreatif dan inofatif,
kolaborasi, dan komunikasi.
d. dan
HOTS.
HOTS berarti berpikir keras tingkat
tinggi. HOTS merupakan kemampuan berpikir yang tidak hanya sekadar mengingat
(recall), menyatakan kembali (restate) atau merujuk tanpa melakukan pengolahan
(recite), namun HOTS merupakan kemampuan berpikir yang mencakup kemampuan
mengingat, mengungkapkan kembali, serta berusaha merujuk dengan melakukan
pengolahan. HOTS mencakup 3 hal yaitu: megkreasi, mengevaluasi, dan
menganalisis. Soal-soal HOTS lebih menekankan kepada analisis. Disamping HOTS,
ada istilah lain seputar kemampuan berpikir seseorang yaitu LOTS dan MOTS. Jika
LOTS (Low Order Thinking Skill) merupakan kemampuan berpikir pada tingkat
rendah dengan sebatas mengetahui, maka MOTS (Medium Order Thinking Skill)
adalah emampuan berpikir pada tingkat menengah yang mencakup pemahaman dan
pengaplikasian.
Sumber Rujukan:
Mahmudah,
Triastuti. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Guru Bahasa
Indoensia di SMP Negeri 2 Bantul. Skripsi: Universitas Negeri Jakarta,
2015.
Marlina, Lina. Analisis
RPP Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Arab di MTs Mosern Al-Azhary Lesmana
Ajibarang da MTs Ma’arif NU 1 Wangon. Skripsi: IAIN Purwokerto, 2016).
Muspawi,
Mohamad. “Profesionalitas Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) pada Sekolah Dasar Negeri No. 76/IX Desa Mendalo Darat Kec. Jaluko Kab.
Muaro Jambi”. Jurnal Penelitian Universitas Jambi Seri Humaniora,
(2014), Vol. 62: 57-61.
Nurdin,
Syarifuddin dan Adriantoni. Kurikulum
dan Pembelajaran. Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2016.
Salinan Lampiran
Permendikbud No. 22 tahun 2016 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan
Menengah.




Komentar
Posting Komentar